Home PEx Classifieds Miscellaneous

Haruskan Pengeluaran Lebaran Dipisah ketika Ambil Pinjaman Tunai?

Ada kebutuhan lain yang bisa dicapai dengan pinjaman tanpa agunan tunai di bulan Ramadhan, yaitu kebutuhan untuk Lebaran. Kebanyakan orang lebih memikirkan Lebaran daripada kebutuhan saat menjalani puasa. Kedua momen tersebut memiliki pengeluaran yang berbeda. Jadi, apakah dengan pinjaman itu, berarti pengeluaran keduanya harus dipisah? Simak ini dulu.

Pahami Kebutuhan Lebaran dan Kebutuhan Puasa

Kebutuhan di bulan Ramadhan bisa jadi lebih besar dari kebutuhan untuk momen Lebaran. Bisa pula sebaliknya. Kebutuhan pada bulan Ramadhan yang paling mendasar itu soal menu makanan sehari-hari. Apa yang Anda makan bersama keluarga di bulan Ramadhan bisa mempengaruhi pengeluaran yang didasarkan pada pinjaman tersebut.

Misalnya Anda suka makan daging ayam di kala sahur. Kemudian pada waktu buka suka makan daging ikan goreng. Harga keduanya kalau ditotal per hari mencapai 20 ribu ataupun 18 ribu Rupiah. Coba ditotal hingga 30 hari (masa aktif puasa Ramadhan). Belum lagi harus dihitung bersama konsumsi anggota keluarga lainnya, kalau Anda sudah berkeluarga.

Baca juga : Solusi Tepat Dapatkan Dana Kilat

Oleh karena itu, hemat-hematlah dalam mengonsumsi biar pinjaman yang dicairkan tidak mudah terkuras. Batasi keinginan semaksimal mungkin. Beri tahu keluarga kalau boros itu tidak baik untuk perekonomian keluarga. Begitu pula pada waktu Lebaran. Kebutuhannya berbeda jumlah maupun jenisnya.

Kita tidak lagi bicara tentang konsumsi saat sahur dan berbuka puasa, tapi lebih kompleks lagi. Beli pakaian baru, liburan bareng keluarga, beli makanan untuk menjamu tamu ketika silaturahim, dan lain-lain. Oleh karena itu, biar lebih mudah, pisahkan antara kebutuhan Lebaran dengan kebutuhan saat bulan Ramadhan. Biar hitung-hitungannya lebih mudah.

Untuk Mengurangi Khilaf saat Lebaran Hampir Tiba

Pemisahan antara kebutuhan di bulan Ramadhan dengan momen Lebaran terbukti bisa memudahkan dalam pengelolaan pinjaman tunai. Bahkan pemisahan ini bisa Anda lakukan sebelum mengajukan pinjaman sama sekali. Misalnya Anda mau pinjam di Tunaiku, catat dulu rincian kebutuhan pada waktu bulan Ramadhan dan momen Lebaran.

Soalnya di Tunaiku itu dananya cepat cair. Begitu pengajuan pinjaman terkirim dan cair, Anda tidak bisa mengubah nilai pinjaman itu. Uang pinjaman harus digunakan dengan penuh perencanaan. Jangan sampai ketika tujuannya untuk Lebaran dan kebutuhan di Bulan Ramadhan, tapi belum 15 hari sudah habis. Nanti Anda tidak bisa Lebaran, dong!

Meniadakan Potensi Gali Lubang Tutup Lubang

Istilah ini dipopulerkan oleh Rhoma Irama dengan judul lagu yang sama. Maknanya adalah seseorang yang meminjam, tapi tidak punya kemampuan untuk membayar. Maka, ia pun mencari jalan lain dengan meminjam ke pihak lain. Pinjaman itu digunakan untuk melunasi pinjaman sebelumnya. Ini seperti putaran roda setan yang tiada akhir, kecuali diputus.

Caranya dengan berhemat dan memisahkan antara pengeluaran momen Lebaran dengan pengeluaran di bulan Ramadhan. Kalau tidak dipisah, nanti pengeluarannya tidak bisa ditaksir per harinya. Sampai sebulan penuh, belum tentu dana tersebut masih ada untuk Lebaran. Akhirnya, mau tidak mau Anda pun meminjam lagi padahal belum lunas.

Pinjaman tunai cepat tanpa survey dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan mendadak di kalangan masyarakat. Secara umum begitu. Beruntung, di Tunaiku memprioritaskan untuk para peminjam yang sudah punya penghasilan tetap. Tugas Anda selanjutnya hanya berhemat saja. Toh, sudah ada gaji bulanan yang selalu mengalir.

Sign In or Register to comment.